SISTEM DESAIN PENGETAHUAN LOKAL KOMUNITAS DAYAK BENUAQ DALAM AKTIVITAS PERLADANGAN DI DESA MELAPEN BARU KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR

  • Pawennari Hijjang

Abstract

Tidak begitu dihargainya pengetahuan lokal, boleh jadi karena adanya mitos pembangunan atau modernisasi yang dipersepsikan sebagai perubahan yang mencabut nilai-nilai budaya yang dianggap terbelakang, dan diganti dengan nilai baru yang sesungguhnya asing bagi komunitas lokal.

Adanya nilai-nilai baru yang dianggap lebih “modern” tersebut, menurut pandangan para perencana dan pengambil keputusan pembangunan saat itu, dipahami sebagai unsur pendorong kemajuan. Itulah sebabnya, semua hal yang berbau tradisi dianggap sebagai hal yang kuno dan terbelakang. Namun, harus disadari bahwa dalam tradisi ada unsur yang harus ditinggalkan dan harus dibiarkan dalam proses modernisasi.

Published
2019-02-25
How to Cite
Hijjang, P. (2019, February 25). SISTEM DESAIN PENGETAHUAN LOKAL KOMUNITAS DAYAK BENUAQ DALAM AKTIVITAS PERLADANGAN DI DESA MELAPEN BARU KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR. An1mage Jurnal Studi Desain, 2(1), 20-24. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsd/article/view/128