KOSMOLOGI DAN KONSERVASI ALAM PADA KOMUNITAS DAYAK TAMAMBALOH DI KALIMANTAN BARAT

  • Efriani Banuaka
  • Budhi Gunawan
  • Judistira K. Garna

Abstract

Kosmologi dihasilkan dari pengalaman interaksi manusia dengan alamnya, membentuk suatu pengetahuan yakni pengetahuan tradisional tentang alam (traditional ecological system) yang menjadi pedoman bagi suatu komunitas dalam mengatur relasinya dengan lingkungan alam di sekitarnya.

 

Di Indonesia, pengetahuan ekologi tradisional tersebut, ditemukan pada berbagai kelompok masyarakat. Kaber (2009) menemukan bahwa secara tradisional masyarakat Biak di Papua mengenal istilah faknik yakni hantu laut, yang dipercayai keberadaannya sebagai wujud dari kekuatan alam atau kekuatan gaib yang memiliki hubungan emosional dengan suatu kawasan tertentu.

 

Di Pulau Sulawesi, Baso (2009) menemukan adanya falsafah mopahilolonga katuvua yang erat kaitannya dengan kelestarian lingkungan, pada masyarakat Toro yang tinggal di sekitar Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Ragam kepercayaan sebagai larangan dan mitos sebagai alat untuk perlindungan terhadap alam masih digunakan juga di Suku Dayak Tamambaloh, Kalimantan Barat.

Published
2019-08-25
How to Cite
Banuaka, E., Gunawan, B., & Garna, J. (2019, August 25). KOSMOLOGI DAN KONSERVASI ALAM PADA KOMUNITAS DAYAK TAMAMBALOH DI KALIMANTAN BARAT. An1mage Jurnal Studi Desain, 2(2), 66-74. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsd/article/view/138