Transformasi Fisik Musik Dol sebagai Musikalitas Ritual Tabot di Bengkulu

  • Bambang Parmadie Universitas Bengkulu
  • A. A. Ngurah Anom Kumbara Universitas Udayana

Abstract

Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, entah itu digunakan untuk kepentingan upacara, hiburan ringan dalam bentuk senandung disadari atau tidak atau untuk keperluan religius. Ekspresi dan kreatifitas berasal dari apa yang ada di sekeliling kita yang menjadi kemasan karya yang dinamakan dengan seni musik. Senada dengan kalimat di atas artinya berbicara musik pasti berbicara bunyi, karena bahan dasar dari musik adalah bunyi.

Ilmu musik secara umum terbagai atas musik tradisional dan musik modern (Barat). Proses transformasi dikarenakan dorongan yang kuat dari luar membuat musik dol sakral menjadi sekuler atau profan, salah satunya terjadi pada pola garapan penyajian dan komposisi musikal pada musik dol. Setiap ritual mempunyai struktur penyajian musik dol dengan penggunaan pola ritme irama yang sama di setiap ritualnya. Karena pada tiap-tiap satu repetoar mempunyai makna filosofi tersendiri yang ada pada keluarga Tabot

Musik dol sakral yang hanya memiliki pola ritme pukulan dengan pakem tiga pola ritme suweri, tam atam, suwena. Pola ritme tersebut mengalami pengembangan menjadi banyak variatif pola ritme pukulan dalam pakem musik dol sekuler. Selain itu perkembangan perubahan musik dol mengalami komodifikasi perubahan bentuk perlakuan pada instrumennya. Eksploitasi pada musik dol menjadi sangat bebas untuk menjadi bahan kreatifitas . Dol yang dulunya di sakralkan dan diagungkan saat ini telah menjadi bahan ekplorasi musikal tujuan budaya populer untuk estetika pertunjukan dan garapan (kreasi).

Published
2018-07-06
How to Cite
Parmadie, B., & Kumbara, A. A. N. (2018, July 6). Transformasi Fisik Musik Dol sebagai Musikalitas Ritual Tabot di Bengkulu. An1mage Jurnal Studi Kultural, 3(2), 57-61. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/107