Kesetaraan Gender di Atas Rel

  • Lidwina Hana Christin An1mage Research Division

Abstract

Kejadian yang melibatkan kesalahan persepsi gender ternyata banyak di Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Transportasi massa yang menyediakan gerbong khusus wanita di bagian depan dan belakang rangkaian kereta ini tidak lantas menyelesaikan permasalahan, bahkan menimbulkan problematika baru seperti perkelahian antar penumpang perempuan di gerbong istimewa tersebut.

Gerbong khusus wanita disediakan dengan alasan banyaknya kasus pelecehan seksual di Commuter Line, meski begitu tidak ada data pembanding apakah gerbong khusus ini sungguh memberikan manfaat nyata. Jika perempuan ingin sejajar dengan laki-laki, baiknya tidak berharap mendapatkan keistimewaan termasuk ketika menggunakan transportasi publik.

Ketika di atas rel, perempuan terkadang menginginkan keistimewaan untuk duduk bahkan di fasilitas Tempat Duduk Prioritas (TDP), yang sesungguhnya diperuntukkan bagi orang tua lanjut usia, wanita hamil, kaum difabel, dan ibu yang membawa anak. Perempuan mesti menyadari, berjenis kelamin perempuan tidak lantas masuk kategori penumpang yang berhak atas TDP. Kesadaran dan empati perempuan untuk memberikan tempat duduk bagi penumpang yang berhak di KRL juga minim.

Published
2018-07-06
How to Cite
Christin, L. (2018, July 6). Kesetaraan Gender di Atas Rel. An1mage Jurnal Studi Kultural, 3(2), 75-79. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/111