Komodifikasi Pura Keluarga di Bali

  • Ni Made Dwi Maharani Dewi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triatma Mulya, Bali
  • Saortua Marbun

Abstract

Kata Pura berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kota atau benteng. Pura saat ini dalam konteks Hinduisme di Bali berarti tempat ibadah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bait keluarga dibangun agar setiap anggota keluarga dapat berdoa setiap hari. Pengusaha memproduksi, dan mendistribusikan bangunan pura keluarga dan menjualnya. Umat mendapatkan kenyamanan karena layanan dari para pembuat kuil.

Penduduk setempat berpendapat bahwa komodifikasi pura keluarga sangat berharga bagi pengusaha untuk mempromosikan ekonomi dan tradisi. Produksi dan distribusi pura keluarga di Bali menunjukkan dinamisme penetrasi kapitalis. Para pelaku bisnis pura keluarga bersaing memanfaatkan berbagai modal untuk menciptakan bangunan pura keluarga dengan kualitas, ukuran, dan harga bervariasi untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan internasional. Memang, seseorang dapat menghasilkan, mendistribusikan, menjual, atau membayar, misalnya, pura keluarga, tetapi tidak ada yang dapat memproduksi, mendistribusikan, dan menjual atau membayar berkat ilahi.

Published
2018-07-06
How to Cite
Dewi, N. M., & Marbun, S. (2018, July 6). Komodifikasi Pura Keluarga di Bali. An1mage Jurnal Studi Kultural, 3(2), 85-89. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/113