Menyoal Perubahan Paradigma dari Kosmogoni ke Kosmologi

  • Hendar Putranto Universitas Multimedia Nusantara

Abstract

Kesadaran manusia tentang asal-usul dirinya dan alam semesta yang melingkupinya sudah selalu berarti kisah transformasi 
cara pandang.Diawali kisah penciptaan dunia(kosmogoni) yang di dalamnya manusia belum menjadi subjek penentu,bergeser ke ilmu tentang tatanan atau keteraturan semesta (kosmologi) yang di dalamnya manusia sudah ikut ambil bagian sebagai
subjek penentu dirinya.Belajar melalui kosmogoni dan kosmologi dari sejarah Yunani kuno prasokratik, manusia sekarang dapat merefleksikan status ontologis singularitas dirinya maupun pluralitas alam semesta (multiverse) dan relasi di antara keduanya.

Dilema pengembaraan intelektual manusia untuk memahami diri dan alam semesta sudah selalu meletak dalam tegangan antara keterbatasan kultur,epos
sejarah,dan ruangwaktu mengada, di satu sisi, sekaligus upayanya untuk melampaui batas-batas yang ia ciptakan atau yang mengondisikan dirinya,di sisi lain. Enigma dilematis ini tampaknya lebih tepat ditanggapi 
dengan nalar yang memuisi yang menjangkau bukan hanya fakultas akal-budi untuk memahami (understand) namun 
juga fakultas imajinasi untuk melampaui kedirian (self) dan pendirian(stand).

Published
2019-07-03
How to Cite
Putranto, H. (2019, July 3). Menyoal Perubahan Paradigma dari Kosmogoni ke Kosmologi. An1mage Jurnal Studi Kultural, 4(2), 51-62. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/132