Representasi Wacana Sultanah Keraton Yogyakarta di Media Massa Daring

  • Wempy Gunarto Universitas Gadjah Mada

Abstract

Pasca Sabda Raja, Dawuh Raja, dan Sabda Jejering Raja yang dikeluarkan Sultan Hamengku Bawono ka 10 sepanjang tahun 2015, perpecahan terjadi di internal Keraton Yogyakarta. Sultan dianggap telah melanggar paugeran (aturan pokok dalam Keraton), di antaranya melepas gelar khalifatullah dan mengangkat putri sulungnya sebagai calon putri mahkota dengan memberinya nama GKR Mangkubumi, nama yang selama ini selalu digunakan oleh laki-laki yang akan menjadi pewaris takhta di Keraton Yogyakarta.

 

Posisi seorang raja di Jawa yang selama ini diagungkan dan dipandang sebagai pusat kekuasaan pun seakan terdegradasi, dengan munculnya kritik terbuka terhadap sultan oleh kelompok yang menolak Sabda Raja tersebut. Menggunakan Analisis Wacana Kritik model Teun A. van Dijk, peneliti menunjukkan bagaimana wacana tentang seorang pemimpin perempuan (sultanah) ditampilkan secara negatif oleh media daring paugeran.com dan sebaliknya ditampilkan secara positif oleh Keratonjogja.id selama periode tahun 2017. Kontruksi citra positif dan negatif tersebut ditampilkan dengan menggunakan elemen-elemen teks berita.

 

Pasca Sabda Raja, Dawuh Raja, dan Sabda Jejering Raja yang dikeluarkan Sultan Hamengku Bawono ka 10 sepanjang tahun 2015, perpecahan terjadi di internal Keraton Yogyakarta. Sultan dianggap telah melanggar paugeran (aturan pokok dalam Keraton), di antaranya melepas gelar khalifatullah dan mengangkat putri sulungnya sebagai calon putri mahkota dengan memberinya nama GKR Mangkubumi, nama yang selama ini selalu digunakan oleh laki-laki yang akan menjadi pewaris takhta di Keraton Yogyakarta.

 

Posisi seorang raja di Jawa yang selama ini diagungkan dan dipandang sebagai pusat kekuasaan pun seakan terdegradasi, dengan munculnya kritik terbuka terhadap sultan oleh kelompok yang menolak Sabda Raja tersebut. Menggunakan Analisis Wacana Kritik model Teun A. van Dijk, peneliti menunjukkan bagaimana wacana tentang seorang pemimpin perempuan (sultanah) ditampilkan secara negatif oleh media daring paugeran.com dan sebaliknya ditampilkan secara positif oleh Keratonjogja.id selama periode tahun 2017. Kontruksi citra positif dan negatif tersebut ditampilkan dengan menggunakan elemen-elemen teks berita.

 

Published
2019-07-03
How to Cite
Gunarto, W. (2019, July 3). Representasi Wacana Sultanah Keraton Yogyakarta di Media Massa Daring. An1mage Jurnal Studi Kultural, 4(2), 63-74. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/133