Tinjauan Awal: Revitalisasi Bahasa Bisaya di Perbatasan Brunei Darussalam dan Limbang Sarawak, Malaysia

  • Yabit Alas Universiti Brunei Darussalam

Abstract

Budaya ngayau atau berburu, memproteksi area dari gangguan lawan bahkan bila diperlukan memenggal kepala pengganggu yang berasal dari suku lainnya, dan bahkan kepala tersebut dijadikan hiasan sebagai bukti ngayau 

Budaya Dayak seiring perkembangan zaman mengalami transformasi nilai, dari sakral ke komersial dan sebaliknya. Budaya adalah nilai, nilai tersebut dapat dikonversikan ke bentuk baru sesuai keperluan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tak elak suatu budaya yang sesuai akan diperlukan berubah guna mengayomi masyarakat itu sendiri ke depannya, sehingga membuka potensi adanya transformasi dan komodifikasi sesuai keperluan, hal ini juga terjadi di Suku Dayak yang diterapkan pada budaya Ngayau dan upacara Mara.

Published
2019-07-03
How to Cite
Alas, Y. (2019, July 3). Tinjauan Awal: Revitalisasi Bahasa Bisaya di Perbatasan Brunei Darussalam dan Limbang Sarawak, Malaysia. An1mage Jurnal Studi Kultural, 4(2), 80-86. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/135