Pemanfaatan Limbah Kayu dalam Industri Kreatif Patung Kuda di Yogyakarta

  • Devy Ika Nurjanah

Abstract

Atmosfer seni dan budaya yang telah mengakar di masyarakat Yogyakarta secara tidak langsung mendorong pertumbuhan berbagai industri kerajinan. Tanpa disadari pelaku ekonomi kreatif menggunakan konsep eco design yang sebenarnya tujuan utamanya adalah mengurangi biaya produksi, dengan menggunakan bahan limbah dan bahan alami agar lebih menguntungkan. Selain itu, produk yang mereka hasilkan bisa menjadi ciri khas daerah, sehingga sulit ditiru dan bisa bersaing di pasar luar negeri.

 

Ecodesign adalah pendekatan desain produk dengan pertimbangan khusus mengenai pengaruh lingkungan selama keseluruhan proses siklus hidup. Ada tiga prinsip Ecodesign ini yaitu: reduce, reuse, recycle. Produk ramah lingkungan harus benar-benar ramah lingkungan dalam tiga fase kehidupan,yaitu: pertama fase lahir, ketika di produksi tidak meninggalkan limbah berbahaya untuk lingkungan. Kedua fase kehidupan, saat ia hidup tidak membahayakan lingkungan sekitar termasuk penggunanya. Tahap ketiga saat mati, saat barang rusak / tidak bisa digunakan lagi, barang harus terurai atau tidak mencemari lingkungan sekitar. Kita juga harus mempertimbangkan siklus hidup produk agar tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga bisa dikategorikan sebagai produk ramah lingkungan. Seperti pada patung limbah kayu ini, karena kayu yang digunakan sebagian besar merupakan limbah dari akar kayu jati, maka tingkat keawetan nya tinggi. Semakin lama kayu jati bersifat semakin kuat.

 

Published
2020-01-15
How to Cite
Nurjanah, D. (2020, January 15). Pemanfaatan Limbah Kayu dalam Industri Kreatif Patung Kuda di Yogyakarta. An1mage Jurnal Studi Kultural, 5(1), 28-33. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/145