Reduksi Peran Institusi Pendidikan Universitas Udayana Fakultas Sastra dan Budaya Program Studi Sastra Inggris sebagai Perpanjangan Tangan Kaum Kapitalis

  • Lidwina Hana

Abstract

Studi tur menjadi polemik di antara pihak universitas, mahasiswa, dan wali mahasiswa. Berbagai anggapan muncul menuding studi tur sudah tidak menonjolkan sisi pembelajaran daripada sisi rekreasi. Mahasiswa bahkan diwajibkan untuk mengikuti studi tur dengan alasan sebagai syarat pembuatan tugas akhir.

Pada 21 Oktober 2015, Universitas Udayana menjadi headline dari surat kabar Tribun Bali terkait mahasiswa program studi Sastra Inggris di tingkat akhir yang gagal melaksanakan studi tur ke Singapura dikarenakan dana studi tur yang telah di bayarkan ke travel agent Bali Chresna Cahaya Tour (BCCT) dibawa lari.

Meski banyak pihak yang menempatkan BCCT sebagai pihak yang harus disalahkan karena melarikan uang dan melakukan pembatalan secara sepihak namun penelitian ini akan lebih menyoroti kebijakan Universitas Udayana, khususnya Fakultas Sastra dan Budaya Program Studi Sastra Inggris terkait kebijakannya mengenai studi tur yakni untuk membongkar apakah kebijakan tersebut memang benar-benar sesuai dengan ideologi pendidikan atau justru lebih condong ke ideologi kapitalisme.

Published
2016-01-04
How to Cite
Hana, L. (2016, January 4). Reduksi Peran Institusi Pendidikan Universitas Udayana Fakultas Sastra dan Budaya Program Studi Sastra Inggris sebagai Perpanjangan Tangan Kaum Kapitalis. An1mage Jurnal Studi Kultural, 1(1), 12-15. Retrieved from https://journals.an1mage.net/index.php/ajsk/article/view/43